post image

Kontak Erat Dengan Penderita Covid? Segera Lakukan 5 Hal Berikut!

Setelah sempat melandai jumlah kasus terkonfirmasi postitif covid di Indonesia kembali mengalami kenaikan. Mungkin sebagian dari Anda sudah mengetahui bahwa ada sub varian baru dari omicron yakni XBB dan XBC yang disebut-sebut lebih cepat menular.

Dari sekian banyaknya kasus mungkin beberapa dari Anda pernah bertanya-tanya mengenai apa yang harus dilakukan jika secara tidak sengaja melakukan kontak erat dengan penderita covid?

Tentunya ini bukan persoalan yang bisa dianggap enteng, namun juga tidak disarankan untuk panik berlebih karena ini bisa memicu penyakit lainnya juga seperti stress, menurunnya imun tubuh, dan lain-lain.

Sebelum menjelaskan mengenai hal yang perlu dilakukan, kami ingin menjelaskan terlebih dahulu definisi dari “kontak erat” menurut pemerintah sebagai parameter yang mudah dipahami.

Kontak Erat Dengan Penderita Covid, Apa Saja Indikatornya?

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4641/2021 Tentang Panduan Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina Dalam Pencegahan Covid-19 indikator disebutnya “kontak erat” mengacu pada poin berikut.

1. Tatap Muka dan Berdekatan

Dalam hal ini kontak erat dengan penderita covid tidak bersentuhan namun melakukan tatap muka dari jarak yang dekat radius 1 meter selama 15 menit atau lebih. Baik menggunakan masker atau tidak tatap muka dan berdekatan tergolong dalam kontak erat yang sebaiknya dihindari.

2. Sentuhan Fisik Langsung

Selain itu, kontak erat juga bisa disebut sebagai bersentuhan langsung antara seseorang dengan penderita covid. Misalnya berjabat tangan, berpengangan tangan, dan sebagainya.

3. Orang yang Merawat Pasien Positif Tanpa APD

Jika Anda membantu teman atau saudara yang terpapar virus corona maka itu terhitung sebagai kontak erat. Apalagi tidak mengenakan APD ini sangat berisiko penularan bisa lebih tinggi.

4. Situasi Lain (Ditentukan Epidemiologi Setempat)

Beberapa ketentuan lain mungkin ditetapkan oleh epidemiolog masing-masing daerah di Indonesia yang mengindikasikan kontak erat dengan penderita covid.

Segera Lakukan 5 Hal Ini Jika Kontak Erat Dengan Penderita Covid

Setelah mengetahui indikasi kontak erat, selanjutnya adalah mengetahui tindakan seperti apa yang sebaiknya kita lakukan apabila masuk dalam salah satu dari keempat situasi di atas.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan jika melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif covid.

1.     Lapor Ke Puskesmas dan Keluarga

Jangan berdiam diri, langsung kabarkan kepada puskesmas setempat mengenai kondisi Anda. Jelaskan mengenai kontak erat secara spesifik kepada pihak pelayanan kesehatan. Apabila sejauh ini tidak bergejala umumnya pihak Puskesmas akan meminta Anda untuk melakukan isolasi mandiri atau karantina.

Jangan lupa juga untuk mengabarkan kepada keluarga terdekat, tetaplah terhubung dan informasikan kondisi Anda dari hari ke hari.

Baca juga: Kenali Gejala Covid XBB Benarkah Tidak Terdeteksi Antigen?

2.     Lakukan Karantina /Isolasi Mandiri

Isolasi mandiri adalah langkah pertama yang mudah untuk dilakukan. Cara ini juga disarankan oleh pakar kesehatan. Setelah melakukan isolasi Anda perlu mempertimbangkan untuk menyewa swab home service yang bisa datang ke rumah.

Misal lokasi Anda ada di wilayah Cinere, bisa menggunakan swab home service depok. Daerah lainnya bisa menyesuaikan asalkan sistemnya panggilan jadi tidak perlu antre, lebih aman,  dan tidak menimbulkan risiko penularan yang lebih luas.

3.     Lakukan Pengujian Tes Antigen dan PCR

Lakukanlah pengujian tes swab seperti yang disarankan oleh tenaga kesehatan. Ada dua tipe tes usap yang bisa Anda gunakan, pertama adalah swab antigen ini adalah tahap skrining awal untuk mengetahui ada atau tidaknya virus di tubuh Anda.

Bagaimana jika positif?

Sebaiknya jangan panik dulu, tetap tenang positif antigen tetap perlu di tes PCR pengujian yang lebih akurat itu memang RT-PCR.

4.     Tetap Tenang dan Lakukan Budaya Hidup Sehat

Kalaupun setelah dites beberapa kali Anda terkonfirmasi positif, maka isolasi mandiri atau karantina perlu dilakukan kembali setidaknya selama 5 hari. Budaya hidup sehat harus dilakukan makan-makanan yang bergizi, olahraga rutin, dan aktivitas kebugaran lainnya. Jika kondisi membaik maka Anda perlu melakukan swab lagi untuk mengecek apakah hasilnya sudah negatif atau belum.

5. Rujuk Ke Rumah Sakit Jika Gejala Semakin Parah

Namun, jika kondisi Anda semakin memburuk mulai merasa kesulitan bernafas, saturasi oksigen menurun hingga 94 persen. Tentunya perlu segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan profesional.

Kesimpulan

Itu dia beberapa indikasi kontak erat dengan penderita covid, semoga bisa menjadi referensi dan informasi yang bermanfaat bagi pembaca. Semoga kita mampu menjaga kesehatan tubuh dan bisa menghindari paparan virus omicron XBB.

Jika Anda membutuhkan layanan swab home service, maka bisa memesannya di Swab Express. Kami menyediakan swab di rumah, biaya terjangkau, hasil keluar lebih cepat. Informasi lebih lengkap langsung kontak Whatsapp admin.