post image

Ini Dia 4 Bahaya Melakukan Test Antigen Mandiri!

Pandemi masih berlangsung, namun terkadang ada sebagian dari kalian yang ingin bepergian atau mengadakan acara tertentu dengan jumlah orang lebih dari 10. Tentu ini termasuk kerumunan dan tidak di rekomendasikan, oleh karena itu sebelum melakukan perjalanan atau memulai acara tersebut, kalian perlu memahami ketentuan dan kebijakan yang ada. Untuk perjalanan jauh biasanya di wajibkan untuk PCR, namun untuk jarak yang dekat atau melakukan acara besar, biasanya antigen saja sudah cukup.


Nah, disinilah banyak yang keliru, antigen ini memang terlihat sangat mudah, hanya tinggal memasukan alat tes ke lubang hidung. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa bahaya yang mengancam jika memaksakan diri melakukan prosedur ini sendiri?

Ya, biasanya karena alasan penghematan biaya, ada yang melakukan tes antigen sendiri, tentu ini sangatlah berisiko dan sebaiknya di hindari. Untuk membuat Anda lebih memahami bahaya yang dimaksud, maka ada baiknya untuk membaca penjelasan di bawah.

 

1.Alat Swab Bisa Patah Di Dalam Rongga Hidung

Karena tidak memahami dengan baik struktur rongga yang terdapat pada hidung dan juga kedalamannya. Pada saat kalian memasukan alat tes antigen tanpa perhitungan maka mungkin saja alat tersebut bisa patah. Seperti yang biasanya kalian perhatikan di berita TV atau gambar alat tes, bentuk fisiknya bagian yang dimasukkan ke rongga hindung menyerupai cutton bud, bagian inilah yang mudah patah, terutama jika kalian adalah orang awam pasti sangat berisiko terjadi hal yang tidak di inginkan seperti ini. Kondisi tersebut terhitung serius. Pasien harus segera dilarikan menuju rumah sakit dengan segera untuk mendapatkan penanganan ahli. Masih mau tes antigen sendiri?

 

2.Hasil Tes Tidak Akurat

Tujuan utama dilakukannya tes swab antigen adalah mengetahui positif atau tidaknya orang tersebut. Karena di lakukan secara asal-asalan tanpa menggunakan standar medis yang di rekomendasikan, maka hasil yang keluar pun tidak akurat. Tentu ini bisa menimbulkan bahaya tidak hanya kepada diri sendiri melainkan orang lain juga. Apabila sampai ternyata hasilnya positif dan Anda sudah melakukan interaksi dengan banyak orang maka ini sangat berisiko terhadap kesehatan. Tentu ini juga membuat alat antigen tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya karena dari orang yang menggunakan juga tergolong awam dan tidak mempunyai perizinan yang di butuhkan sesuai standar WHO dan Kemenkes.

 

3.Pendarahan Pada Hidung

Untuk yang satu ini berbahaya terhadap kondisi fisik Anda. Perlu di ketahui terlebih dahulu bahwa di rongga hidung ada banyak pembuluh darah. Sehingga apabila salah satunya terkena gesekan saat memasukan alat tes antigen, maka memungkinkan untuk terjadi pendarahan pada hidung. Beberapa orang menyebutnya sebagai mimisan. Bukan tidak mungkin, Anda akan merasakan rasa sakit yang luar biasa, terlebih lagi jika pada saat memasukkan alat tersebut terlalu menusuk ke dalam. Tentu ini sangatlah berbahaya, secepatnya pasien harus mendapatkan penanganan khusus dari tim medis profesional.

 

4.Membuat Penularan Tinggi dan Semakin Buruk

Jangan anggap remeh proses pengujian antigen ini juga ada prosedurnya harus mengenakan APD yang di sesuaikan dengan kebutuhan. Karena, Anda melakukannya sendiri, jadi kemungkinan penyebaran virus akan semakin bertambah, tentu ini bisa membuat kondisi penularan yang semakin tinggi tanpa Anda sadari. Ya, karena pada hakikatnya APD di pakai sebagai alat proteksi diri, sehingga tanpa adanya seragam tersebut maka proses pengujian antigen mandiri justu menjadi potensi penyebaran virus yang lebih parah.

 

Kesimpulan

Oke, itu dia beberapa bahaya yang mungkin saja terjadi jika memaksakan diri untuk melakukan pengujian antigen secara mandiri. Perlu di ingat sekali lagi bahwa pada dasarnya baik tes antigen atau PCR harus di lakukan oleh tenaga medis profesional yang sudah mempunyai STR dan perizinan tertentu. Sehingga, memang tidak bisa di kerjakan oleh sembarang orang.

Baca juga: Jasa Swab Perusahaan Jabodetabek Standar Kemenkes

 

Ada setidaknya beberapa indikator yang harus terpenuhi untuk alat antigennya sendiri berikut beberapa poin pentingnya:

·        Memenuhi rekomendasi yang ditetapkan oleh EUL(Emergency Used Listing) dan juga WHO

·        Memenuhi standar EUA-FDA (Emergency Used Authorization)

·        Produk harus dievaluasi setiap tiga bulan oleh Kemenkes

·        Dan sebagainya

Jadi sudah jelas ya, bahwa tes antigen ini sudah pasti dilarang dan jangan dilakukan sendiri. Pastikan Anda menggunakan layanan profesional seperti Swab Express Indonesia. Dapatkan proses layanan pengujian antigen yang mudah dan cepat mulai dari Rp.65.000 sekarang, klik logo Whatsapp di pojok kiri bawah!